Kamis, 02 November 2017

Ketidakpastian (Uncertainty) dan Penalaran Probabilitas

Nama : Ananto Dwicahyo
NPM : 10115651
Kelas : 3KA10
Dosen : Essy Malays Sari Sakti
 
Ketidakpastian  dapat  dianggap  sebagai  suatu kekurangan  informasi  yang  memadai  untuk
membuat suatu keputusan. Ketidakpastian  merupakan  suatu  permasalahan karena  mungkin  menghalangi  kita  membuat suatu keputusan yang terbaik.

TEORI PROBABILITAS

- Teori formal probabilitas dibuat dengan menggunakan 3 aksioma
- Teori aksiomatik disebut juga objective theory of probability
diperkenalkan oleh Kolmogorov, sedangkan teori aksiomatik probabiliti kondisional
dibuat oleh Renyi
- Tiga aksioma probabilistik :
1. 0 < P(E) < 1
Aksioma ini menjelaskan bahwa jangkauan
probabilitas berada antar 0 dan 1. Jika suatu
kejadian itu pasti terjadi maka nilai probabilitasnya
adalah 1, dan jika kejadiannya tidak mungkin
terjadi nilai probabilitasnya adalah 0
2. E P(Ei) = 1
Aksioma ini menyatakan jumlah semua kejadian
tidak memberikan pengaruh dengan lainnya, maka
disebut mutually exclusive events yaitu 1.
Corollary dari aksioma ini adalah :
 P(E) + P(E’) = 1
3. P(E1 U E2) = P(E1) + P(E2)
Dimana E1 dan E2 adalah kejadian mutually
exclusive. Aksioma ini mempunyai makna bahwa
jika E1 dan E2 keduanya tidak dapat terjadi secara
simultan, maka probabilitas dari satu atau kejadian
lainnya adalah jumlah dari masing-masing
probabilitasnya.

Theorema Bayes

Ditemukan oleh Thomas Bayes Teorema  Bayes  kebalikan  dari  probabilitas  kondisional
P(A|B) atau  disebut posteriori  probability,  dimana  dalamteorema  Bayes  : state  probabilitas  dari  kejadian  awal diberikan untuk melihat kejadian yang mungkin akan terjadi kemudian.

Representasi Ketidakpastian

Tiga metode dasar untuk merepresentasikan ketidakpastian adalah
1. numeric,
2. grafik, dan
3. simbolik.

TEORI DEMPSTER-SHAFER

                Dempster shafer adalah suatu teori matematika untuk pembuktian berdasarkan belief functions and reasoning (Fungsi kepercayaan dan pemikiran yang masuk akal), yang digunakan untuk mengkombinasikan potongan informasi yang terpisah (bukti) untuk mengkalkulasi kemungkinan dari suatu peristiwa. Teori ini dikembangkan oleh Arthur P.Dempster dan Glenn shafer.

Secara umum teori Dempster-Shafer ditulis dalam suatu interval :
[Belief, Plausibility]
Belief (Bel) adalah ukuran kekuatan evidence dalam mendukung suatu himpunan proposisi.
Jika bernilai 0 mengindikasikan bahwa tidak ada evidence, dan Plausibility (Pl) jika bernilai
1 menunjukkan adanya kepastian.
Plausibility dinotasikan sebagai :
Pl(s) = 1 – Bel(Øs)

referensi

http://rudity.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/36676/5-Uncertainity.pdf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar