Kamis, 12 Oktober 2017

Agen Logika

Nama : Ananto Dwicahyo
NPM : 10115651
Kelas : 3KA10
Dosen : Essy Malays Sari Sakti

PENGENALAN LOGICAL AGENT







Agen logika merupakan agen yang memiliki kemampuan bernalar secara logika. Ketika beberapa solusi tidak secara eksplisit diketahui, maka diperlukan suatu agen berbasis logika. Logika sebagai Bahasa Representasi Pengetahuan memiliki kemampuan untuk merepresentasikan fakta sedemikian sehingga dapat menarik kesimpulan (fakta baru, jawaban). Sedangkan pengetahuan merupakan komponen yang penting, sehingga terdapat perbedaan jika diterapkan pada dua agent, yakni problem solving agent dan knowledge-based agent.Agen Berbasis Pengetahuan atau Knowledge Base (KB) merupakan Himpunan representasi fakta yang diketahui tentang lingkungannya. Tiap fakta disebut sebagai sentence. Fakta tersebut dinyatakan dalam bahasa formal sehingga bisa diolah, menambahkan sentence baru ke KB. Inference Engine merupakan menentukan fakta baru yang dapat diturunkan dari pengetahuan yang sudah ada dalam KB. Agen Berbasis Pengetahuan dalam representasi, agent dapat dipandang dari knowledge level. Apa saja informasi yang diketahui? Misal sebuah robot “mengetahui” bahwa gedung B di antara gedung A dan gedung C. Agent dapat dipandang dari implementation level Bagaimana representasi informasi yang diketahuinya? Logical sentence di_antara(gdB, gdA, gdC). Natural language “Gedung B ada di antara gedung A dan gedung C”. Agen Berbasis Pengetahuan, pilihan representasi berpengaruh terhadap apa yang bisa dilakukan inference engine. Pada pendekatan deklaratif programmer memberitahu agent informasi tentang environment. Kalau informasi kurang, agen bisa melengkapinya sendiri. Jika dibandingkan dengan pendekatan prosedural programmer secara eksplisit memrogram agen untuk bertindak. Sehingga bagaimana jika program tidak benar, maka akan besar kemungkinan menyebabkan kesalahan.Agen Berbasis Pengetahuan, permasalahannya adalah bagaimana representasi yang tepat, sehingga ada dua hal yang harus diperhatikan expressive bisa menyatakan fakta tentang environment, Tractable bisa mengolah/ memproses inference engine (dengan cepat). Knowledge merupakan power atau kekuatan dari pemrograman secara deklaratif. Representasi dan penalaran membentuk suatu Intelligence.







1. KNOWLADGE BASE AGENT



Agen Berbasis Pengetahuan, Knowledge Base (KB) menyatakan apa yang “diketahui” oleh si agent Pendekatan deklaratif membangun agent: “beritahu” informasi yang relevan, simpan dalam KB. Agen dapat ditanya (atau bertanya diri sendiri) apa yang sebaiknya dilakukan berdasarkan KB. Maka sebuah agen berbasis pengetahuan harus bisa mereprentasikan world, state, action, dst. Menerima informasi baru (dan meng-update representasinya). Menyimpulkan pengetahuan lain yang tidak eksplisit (hidden property). q Menyimpulkan action apa yang perlu diambil.Agen Berbasis Pengetahuan atau Knowledge Base (KB) merupakan Himpunan representasi fakta yang diketahui tentang lingkungannya. Tiap fakta disebut sebagai sentence. Fakta tersebut dinyatakan dalam bahasa formal sehingga bisa diolah, menambahkan sentence baru ke KB. Inference Engine merupakan menentukan fakta baru yang dapat diturunkan dari pengetahuan yang sudah ada dalam KB.



2.WUMPUSWORLD



Aturan main Wumpus :

Performance measure: emas +1000, mati -1000, gerak -1, panah -10

Environment: Matriks 4×4 kamar. Initial state [1,1]. Ada gold, wumpus dan pit yang lokasinya dipilih secara acak.

Percept:

Breeze: kamar di samping lubang jebakan ada hembusan angin

Glitter: kamar di mana ada emas ada kilauan/sinar

Smell: kamar di samping Wumpus berbau busuk

Action: maju, belok kiri 90◦ , kanan 90◦ , tembak panah (hanya 1!), ambil benda

Sifat Wumpus :

(Fully) observable? Tidak, hanya bisa persepsi local

Deterministic? Ya, hasil tindakan jelas & pasti

Episodic? Tidak, tergantung action sequence

Static? Ya, gold, wumpus, pit tidak bergerak

Discrete? Ya

Single agent? Tidak

3.LOGIC IN GENERAL-MODELS AND ENTAILMENT



Logic adalah bahasa formal untuk merepresentasikan informasi sedemikian hingga kesimpulan dapat dibuat dalam pembuatan kesimpulan pasti harus menggunakan bahasa yg benar dalam pembuatan bahasa yang tepat Syntax mendefinisikan kalimat-kalimat pada bahasa kemudian Semantics mendefinisikan arti kalimat; misal, mendefinisikan kebenaran sebuah kalimat. Entailment berarti sesuatu fakta bisa disimpulkan dari (kumpulan) fakta lain Entailment dapat juga berarti sebuah hubungan antar kalimat ( syntax) yang didasarkan pada semantics kemudian Model adalah sebuah “dunia” di mana kebenaran suatu sentence bisa diuji.



Propositionan logic: Syntax



Propositional logic adalah logika paling sederhana menggambarkan ide dasar,symbol proposisi P1,P2 dll adalah sebuah kalimat.











Logika Propositional : Semantics



Tiap model menspesifikasikan true/false untuk setiap symbol proposisi.















Tabel Kebenaran untuk Inference











Logical equivalence



Dua kalimat adalah logically equivalent if bernilai true pada model yang sama: α ≡ ß iff α╞ β and β╞ α



Validity dan satisfiability



Sebuah kalimat adalah valid jika bernilai true pada semua model.

Validity dihubungkan ke inference melalui Deduction Theorem: KB ╞ α if and only if (KB  α) is valid

Sebuah kalimat adalah satisfiable jika bernilai true pada beberapa model.

Sebuah kalimat adalah unsatisfiable jika bernilai salah pada semua model.

Satisfiability dihubungkan ke inference melalui : KB ╞ α if and only if (KB α) is unsatisfiable



Resolution



Conjunctive Normal Form (CNF)

conjunction of disjunctions of literals

clauses





Resolution inference rule (for CNF):



Forward chaining



Diberikan suatu himpunan fakta dalam workingmemory, gunakan rules untuk membangkitkan fakta baru sampai goaldicapai.



•Langkah-langkah:



1)Cocokkan bagian IF dari setiap ruleterhadap fakta-fakta dalam working memory.



2)Jika ada lebih dari satu ruleyang dapat digunakan(lebih dari satu rule yang berjalan), pilih satu yang akan diaplikasikan dengan menggunakan resolusi konflik.



3)Berlakukan ruletersebut. Jika fakta baru diperoleh, tambahkan ke working memory.



4)Stop (atau exit) ketika kesimpulan ditambahkan ke working memory atau jika ada rule yang menetapkan proses berhenti.



Backward chaining



Mesin inferensi menjelajah secara mundur (backward) rantai inferesi (chain) dimulai dari tujuan (goal) dalam working memory.



•Terdiri dari 3 langkah utama:

1. Pilih rulesyang konklusi-nya sesuai dengan goal.

2. Ganti goal dengan premis dari ruleterpilih. Jadikan sebagai sub-goals.

3. Kerjakan backwardssampai semua sub-goalsbernilai true. Ini dicapai dengan:



–Ditemukannya fakta (dalam working memory) atau



–Pengguna menyediakan informasi tersebut.



Ide: bekerja backwards dari query q: membuktikan q dengan BC,

cek jika q sudah diketahui, atau

buktikan dengan BC semua premise pada beberapa rule concluding q

Avoid loops: chek jika subgoal baru sudah siap pada stack tujuan

Avoid repeated work: check if new subgoal telah terbukti benar, atau telah gagal



Logika Proposisi



Proposisi

Logika adalah metode atau teknik yang diciptakan untukmeneliti ketepatan penalaran

serta mengkaji prinsip-prinsip penalaran yang benar dan penarikan kesimpulanyang

absah.Ilmu logika berhubungan dengan kalimat-kalimat(argumen) dan hubungan yang

ada diantara kalimat-kalimat tersebut.



Referensi :

http://share.its.ac.id/pluginfile.php/1369/mod_resource/content/1/8._Propotional_Logic.pdf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar